DESA SUKAJAYA

SEJARAH

1117 0

SEJARAH DESA SUKAJAYA

  1. Legenda Desa Sukajaya
  2. Wawaran yaitu tolak bala setelah terjadinya gempa bumi/lini yang bertujuan diberikan keselamatan dan dijauhkan dari musibah yang lebih besar yang ditandai dengan berdo’a bersama disertai sesajen disetiap perempatan gang masing masing.
  3. Babarit yaitu acara nujuh bulanan (7 bulan masa kehamilan) yang bertujuan agar diberikan keselamatan, keberkahan baik ibu yang mengandung atau anak yang dikandung yang ditandai dengan acara ibu hamil dan suaminya dimandikan oleh keluarga disertai makanan yang digantungkan dikukumbung untuk diperebutkan/disedekahkan.
  4. Babarit Pare yaitu acara do’a bersama ketika akan mengawali penanaman padi yang bertujuan untuk mendapatkan keselamatan, keberkahan, dijauhkan dari hama dan mengharapkan hasil panen yang berlimpah ditandai do’a bersama dan sesajian.
  5. Jebong/Nyungsung yaitu acara syukuran ketika hendak memanen padi ditandai do’a bersama dan sesajian.


  6. Terbentuknya Desa Sukajaya

 

Desa Cikeusal diawali sejak jaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1891, pada saat itu ada beberapa pelarian Etnis Cina dari Cirebon yang mengungsi dan menyelamatkan diri kekampung-kampung dan diantaranya ada yang singgah di kampung ini. Keluarga Buyut Maruyung atau Buyut Ilong yang pada saat itu sebagai penghuninya. Kampung itu dikelilingi aliran sungai Cisanggarung yang notebene merupakan jalur transportasi saat itu oleh para pedagang Bambu ataupun Kayu dari daerah Luragung dan sekitarnya untuk diperdagangkan ke daerah Waled, Ciledug, Losari dan sekitar wilayah aliran sungai. 

 

Desa Cikeusal berdiri sejak tahun 1929. Nama Cikeusal berasal dari kata Ci = air, Keusal = Sepet/Kesed. Awalnya tokoh-tokoh masyarakat pada saat itu mengambil nama karena air atau cai yang terkandung didalam tanah terasa sepet atau keusal disebabkan mengandung zat kapur. Seiring pada tahun 1933 karena daerah tersebut belum ada yang memimpin maka diadakan pemilihan pemimpin atau Kuwu pertama. Saat itu diikuti oleh 4 (empat) calon Pemimpin atau Kuwu tapi tidak satupun yang terpilih. 

 

Pada tahap kedua terpilihlah kuwu pertama Desa Cikeusal bernama Surya, tahun 1934 terjadi banjir besar sehingga seluruh desa Cikeusal termasuk Bantarawi terendam air dan Balai Desa pun menjadi korban keganasan banjir tersebut. Maka atas inisiatif bersama dan dengan perhitungan kesepuhan-kesepuhan diputuskan Balai Desa dipindahkan ke Kampung Bantarawi untuk memudahkan pelayanan dan aktivitas pemerintahan.

 

Berdasarkan surat keputusan gubernur kepala daerah tingkat 1 jawa barat tanggal 24 juli 1982 nomor 125/SK -1214-pem. des/1982 tentang pemecahan desa di diwilayah kabupaten daerah tingkat II kuningan di tindak lanjuti dengan surat keputusan bupati kepala daerah tingkat II kuningan tgl 22 september 1982 nomor 685/HK.021.1/SK/A/IX/1982 tentang penetapan 15 desa persiapan dalam kabupaten daerah tingkat II kuningan tahun anggaran 1982-1983.

Pada awal setelah menerima keputusan terserbut para tokoh masyarakat desa dan tokoh pemerintahan desa cikeusal bermusyawarah tentang desa persiapan dimaksud karena desa cikeusal terbagi menjadi 4 desa di antara tokoh yang bermusyawarah pada saat itu :

  • Bapak Durja sebagai kepala desa cikeusal kec.luragung kab. daerah tingkat II kuningan
  • Bapak Rustam (Sekdes Cikeusal kec.Luragung kab. DT. II kuningan)
  • Bapak Sudirman (Mantan juru tulis Cikeusal)
  • Bapak Raja (Raksa bumi ds cikeusal kec. luragung)
  • Tarsa kepala dusun wage ds.cikeusal kec. Luragung
  • Bapak Atwinta mantan kepala dusun wage
  • Sarma mantan kpl dusun puhun
  • Bapak Junaedi (kaur pem/ngabihi)
  • Bapak M. Iskandar

 

  Hasi musyawarah tersebut diantaranya melahirkan Nama-nama Desa persiapan.Nama2 desa persiapan dimaksud dari beberapa kampung/dusun yang ada di wilayah ds.cikeusal kec. luragung kab. DT. II kuningan adalah : 

  1. kampung bantarawi menjadi ds cikeusal
  2. kampung karang anyar menjadi ds. Mulyajaya
  3. kampung cikeusal tarik kolot/wadori menjadi ds. sukajaya, dan
  4. kampung cikancas menjadi ds. mekarjaya

 

     Makna dari desa Sukajaya menurut para tokoh tersebut adalah berkeinginan agar tetap jaya terwujudnya masyarakat yang bahagia sejahtera aman nyaman dinamis dan agamis.

 

 

  1. Kepala Desa/Kuwu Pertama Setelah Pemekaran

 

Pada Bulan Desember tahun 1984 terjadi pemilihan kepdes/Kuwu setelah Pemekaran, Desa sukajaya kec.luragung kab.DT II kuningan terpilihlah Bpk. Tarsa mantan kepala dusun wage, yang saat itu “calon tunggal”. kemudian untuk desa Cikeusal kepala desa terpilih Bapak. Durja , untuk Desa mulyajaya Kades terpilih Bapak. M.Iskandar, untuk

Desa mekarjaya kepdes terpilih Bapak Junaedi (mantan kaur pem/ngabihi.

 

Terjadinya pemekaran desa Cikeusal berdasarkan regulasi di atas yaitu pada thn 1984 diantaranya lahirlah desa Sukajaya kec.luragung kabupaten daerah tingkat II (DT II kuningan).

 

Kemudian pada tgl 10 februari 2001 kec.luragung dipekarkan menjadi 2 kecamatan yakni Pwk (perwakilan) cimahi/kemantren Cimahi yang kini menjadi kecamatan Cimahi dan desa Sukajaya termasuk wilayah administrasi  kecamatan Cimahi dari 10 desa didalamnya, sampai sekarang.

 

  1. Letak Geografis Desa Sukajaya

Letak desa Sukajaya adalah diujung timur kabupaten Kuningan dengan jarak tempuh ± 35 km, berbatasan dengan desa di wilayah kabupaten Cirebon (cigobang kecamatan waled kabupaten Cirebon) sebelah utara berbatasan dengan desa Mekarjaya sebelah selatan berbatasan dg Desa mulyajaya sebelah barat dengan Desa Jatimulya. Tofografi Dataran Rendah dan bukit, suhu udara rata-rata 22-31 ºC, dengan Ketinggian 27 Mdpl.

 

Tag : sejarah sukajaya profil desa
Bagikan:

0 Komentar

Kategori

Statistik Pengunjung

Online 1
Hari ini 16
Kemarin 24
Bulan ini 185
Tahun ini 1395
Total 19402
PEMERINTAH DESA SUKAJAYA

Dusun I RT 01 RW 01

082297980002

[email protected]

Ikuti Kami
Kategori Berita

© Pemerintah Desa Sukajaya. All Rights Reserved. Powered by easydes.id

Design by HTML Codex

Hubungi kami